Selasa, 22 Maret 2011

Jurus Menjadi Pemimpin Hebat

Berapa banyak wanita yang menjadi seorang pemimpin hebat yang Anda ketahui? Margaret Tacher, Eleanor Roosevelt, Hillary Clinton, Madeline Albright, atau siapa lagi? Berapa banyak jumlah yang Anda sebutkan, jumlah mereka tetap tak sebanyak kaum pria yang menjadi pemimpin hebat.

Seperti ditulis Caitlin Friedman dan Kimberly Yorio dalam buku ‘The Girl’s Guide to Being a Boss’, penelitian yang dilakukan sejak awal 1980 menyimpulkan, apa yang diterapkan pria dalam hal kepemimpinan, tidak dapat diterapkan wanita. Bahkan penelitian itu menunjukkan, wanita memang tidak dipersiapkan untuk menjadi pemimpin, sehingga tak heran jika wanita yang menjadi teladan karena kehebatannya dalam memimpin, sangatlah jarang dan cenderung dapat dihitung dengan jari.

Banyak dari kita percaya, bahwa kemampuan memimpin adalah bakat alami, Namun Caitlin dan Kimberly menegaskan, memimpin bukan saja sesuatu yang tidak alamiah, tetapi juga sesuatu yang tak mudah.

Tapi bukan berarti Anda tidak bisa menjadi atasan yang hebat plus dicintai karyawan. Dengan langkah dan metode yang tepat, Anda bahkan dapat menjadi lebih 'perkasa' di mata karyawan dibanding pria.

Berikut tips dari trainer dan konsultan muda Indonesia, Kevin Wu Result Consultant, yang dikutip dari VIVAnews.com :

1. Terapkan pola kepemimpinan situasional
Dari semua model kepemimpinan yang ada, model kepemimpinan situasional merupakan model yang cocok untuk wanita. Sebab, model kepemimpinan ini secara kontinyu dapar menganalisis semua kebutuhan perusahaan dan bawahan. Dengan metode ini Anda dapat menjadi wanita tepat pada tempat dan waktu yang tepat pula.

2. Evaluasi kekuatan dan kelemahan secara kontinyu
Menurut penelitian yang dilakukan secara global, kejelasan organisasi, kemampuan manusia, komitmen karyawan, kepercayaan dan keyakinan diri dalam memimpin merupakan hal penting yang mempengaruhi kepuasan karyawan dalam organisasi. Karena itu, lakukan evaluasi secara terus menerus seputar kekuatan dan kelemahan Anda dalam memimpin agar Anda bisa terus produktif.

3. Berdayakan semua kemampuan dalam perusahaan
Menurut Meredith Belbin, penulis 'Management Teams: Why They Succeed or Fail', setiap elemen perusahaan memiliki satu peran, bahkan lebih, yang mempengaruhi kinerja perusahaan.

Kunci tim yang baik dan efisien adalah menciptakan keseimbangan sehat dari setiap individu, atau identifikasi peran yang Anda butuhkan dari masing-masing anggota tim, meskipun peran itu bukan kemampuan alami mereka.

4. Adil dan bertanggung jawab
Atasan yang baik harus mampu menilai dengan objektif kelebihan dan kekurangan staf. Mampu mengenali dan mengembangkan potensi staf. Berikan kesempatan bagi staf untuk menunjukkan potensinya. Berikan pula penghargaan bagi staf berprestasi.

Selain itu, berani mengambil tanggung jawab. Bila ada tugas tidak berjalan dengan semestinya, seorang atasan yang baik akan mengambil tanggung jawab dan melakukan perbaikan, bukan mencari kambing hitam.

Read more... Read more...

Selasa, 08 Maret 2011

Trik Kendalikan Emosi di Tempat Kerja

Emosi bisa tersulut di mana saja dan pada saat tak terduga. Salah satunya di di kantor ketika Anda di kelilingi stres.

Dibandingkan pria, wanita lebih emosional. Terbukti dari hasil penelitian yang dilakukan Caitlin Friedman dan Kimberly Yorio, penulis 'The Girl’s Guide to being a Boss' yang menyebutkan, atasan wanita umumnya banyak mendapat kritikan karena terlalu emosional sehingga terkesan kurang profesional. Padahal bisnis adalah bisnis, usaha yang dibangun melalui sebuah kebersamaan sejumlah individu yang memiliki gaya dan kepribadian berbeda-beda.

Dalam bukunya, kedua penulis itu mengungkapkan, hal-hal yang paling membuat karyawan wanita, terutama yang menduduki posisi atas, emosional adalah ketika memutuskan untuk merekrut, memecat, mengevaluasi, dan mempromosikan karyawan.

Ketika mengevaluasi misalnya, manajer yang baik seharusnya memperhatikan kelebihan dan kekurangan karyawan. Saat menemukan karyawan dengan kinerja di bawah rata-rata, ada dua pilihan yang bisa diambil. Memecat atau memberikan mereka kesempatan lagi.

Berbicara soal pemecatan bukanlah perkara enteng, karena memecat bisa berarti mengambil kelangsungan dan kesejahteraan kehidupan seseorang, bahkan mungkin kehidupan keluarganya. Emosi pasti akan ikut bermain di sini.

Agar pemimpin wanita mampu mengelola emosi di berbagai kondisi, berikut tips dari Kevin Wu Result Resultant yang dikutip dari VIVAnews.com.

1. Utamakan kepentingan lebih besar (perusahaan)
Perasaan selalu menghasilkan sesuatu yang subyektif karena kerap ditunggangi perasaan like and dislike, atau kepentingan pribadi. Padahal untuk membuat sebuah kebijakan yang profesional dan tepat, dibutuhkan penilaian dan pertimbangan secara proporsional, tidak memihak, dan lepas dari segala kepentingan pribadi, kecuali kepentingan perusahaan.

2. Gunakan pikiran logis
Pikiran menghasilkkan sesuatu yang objektif, karena orang yang menggunakan pikiran akan melihat persoalan dari semua sisi dan berdasarkan fakta serta realita, bukan berdasarkan apa yang dia rasakan. Karenanya, orang yang memutuskan dengan berdasarkan pemikiran, akan menghasilkan kebijakan dan tindakan yang jauh lebih baik dan tidak emosional.

3. Berlatih konsisten
Biang kekisruhan, salah satunya sikap tidak konsisten. Sikap ini bahkan dapat membuat sesuatu yang seharusnya lancar dan benar, menjadi sebaliknya. Itu sebabnya konsistensi dapat menjaga seorang pemimpin dari kemungkinan bertindak secara emosional.

Read more... Read more...

CoreAction Kembali Training Karyawan PT. Djarum

PT. Djarum kembali memberi kepercayaan kepada CoreAction Result Consulting untuk memberikan pelatihan bagi karyawan-karyawannya. Kali ini pelatihan diberikan di Hotel Summer Hill, Bandung, Minggu (6/3/2011), untuk 48 karyawan level empat ke bawah atau para supervisor dan staf yang bertugas di kawasan Bandung dan sekitarnya.

“Pelatihan ini diberikan untuk meningkatkan performa mereka,” Arya Wirayodha Partawijaya, HRD Trainning PT. Djarum.

Berbeda dengan pelatihan sebelumnya, kali ini pelatihan yang diberikan lebih banyak berupa game-game dan simulasi agar para karyawan dua hari sebelumnya, yakni Jumat (4/3/2011) dan Sabtu (5/3/2011) menjalani rapat intern untuk mambahas finansial, tidak jenuh dan stress. Game-game dan simulasi tersebut di antaranya permainan kacang, matematika, kanji transfer, spider tunnel, trust fall, dan gincu mix. CoreAction mengemas pelatihan ini sebagai paket Peak Performance Team (PPT).

“Training ini asyik! Saya merasa plong!” ujar seorang peserta yang nampak bersemangat setelah mengikuti permainan trust fall. “Saya ketagihan,” ujar seorang yang lain.

Kevin Wu Result Consultant sebagai pemandu training menjelaskan, sesuai permintaan PT. Djarum, training ini lebih ditujukan untuk membina kekompakan tim. “Karena itu lebih banyak game dan simulasi,” ujarnya.

Dalam permainan trust fall misalnya, sebuah kelompok yang dianalogikan sebagai sebuah tim, benar-benar harus kompak, satu kata, dan satu hati, karena jika individu-individu dalam kelompok ini ada satu saja yang ‘mbalelo’, maka tim ini akan menghadapi resiko yang lumayan besar. Pasalnya, permainan ini mengharuskan salah seorang anggota kelompok menjatuhkan diri dari ketinggian, sementara anggota kelompok yang lain harus menangkap tubuhnya. Jika salah satu anggota tim yang bertugas menangkap melakukan tugasnya dengan setengah hati sehingga rentangan tangannya yang digunakan untuk nenangkap, mengendur, maka mungkin sekali anggota tim yang menjatuhkan diri akan jatuh ke halaman hotel yang ditumbuhi rumput gajah Jepang.

Untuk permainan matematika, setiap individu dalam tim dituntut untuk teliti, cermat, dan membaca dulu perintah yang diterakan pada lembar soal, sebelum mengisi soal-soal di bawah perintah itu. Namun demikian hamper semua peserta, karena diberi waktu hanya 60 detik untuk mengerjakan soal, mereka mengerjakannya dengan terburu-buru tanpa membaca dulu perintahnya, sehingga semua jawaban yang diberikan, salah.

Dari semua permainan dan simulasi yang diberikan, para peserta menarik kesimpulan bahwa untuk memiliki tim yang solid yang mampu mencapai setiap target yang diberikan perusahaan, dibutuhkan kerja sama yang baik, komunikasi yang baik, mendahulukan kepentingan tim dibanding kepentingan pribadi, memahami dan menjalankan aturan secara benar, dan lain sebagainya.

“Saya puas pada materi yang diberikan, karena apa yang kita inginkan, kita dapatkan,” kata Arya Wirayodha Partawijaya.

Read more... Read more...

Selasa, 22 Februari 2011

5 Cara Atasi Gangguan Fisik di Kantor

Bekerja seharian di kantor bisa mengganggu fisik Anda. Salah satu penyebabnya adalah furnitur di kantor yang tak mendukung kerja. Staples Inc merilis survei, 86 persen pekerja merasa tak nyaman dengan furnitur kantor, dan 70 persen menyatakan tempat kerjanya tak ergonomis. Tak heran, jika di penghujung hari suasana hati tak menyenangkan karena fisik lelah tak didukung fasilitas kerja yang nyaman seharian.

"Fasilitas kantor yang ergonomis bisa mengurangi stres saat kerja, terutama pada mata, leher, punggung, bahu, dan pinggang," kata Carla M Jaspers, terapis di Brooklyn New York.

Rasa sakit pada tubuh, lanjut Jaspers, disebabkan saraf yang menegang, sirkulasi darah tak lancar, serta otot dan urat yang lelah. Gangguan fisik ini muncul bukan tanpa sebab. Posisi bekerja yang statis dan postur yang tak benar membuat tubuh tak diberi kesempatan untuk bergerak leluasa dan nyaman.

Ada lima gangguan fisik dan cara mengatasi masalah ketidaknyaman saat bekerja di kantor.

1. Ketegangan pada mata dan sakit kepala
Minimalisasi cahaya yang terlalu silau, terutama dari radiasi komputer di meja kerja. Tempatkan monitor pada sudut 90 derajat ke sumber cahaya seperti jendela atau lampu. Jika posisi ini tak memungkinkan, berikan filter cahaya pada monitor Anda.

2. Leher dan punggung sakit
Solusinya atur posisi monitor. Tingginya harus 60 cm dari kepala Anda dengan posisi layar tengah 10-20 derajat di bawah sudut mata.

3. Sakit pinggang
Sebanyak 86 persen karyawan bekerja dengan keyboard yang desainnya tidak ergonomis, dan 69 persen mengalami sakit pinggang. Jika ini terjadi pada Anda, solusinya adalah menyesuaikan posisi keyboard dan mouse dengan badan Anda. Caranya, saat keyboard dan mouse berada pada tempat semestinya, bahu Anda tidak membungkuk, siku nyaman di kedua sisi, pergelangan tangan paralel dengan lantai dan pinggang di posisi netral. Keyboard dan mouse sebaiknya mudah dijangkau tubuh Anda. Jika ingin sempurna, Anda perlu merancang meja keyboard yang sesuai dengan postur tubuh.

4. Postur yang salah mengganggu fisik Anda
Survei Staples membuktikan bahwa 82 persen pekerja merasa tak nyaman dengan kursi mereka. Sebanyak 54 persen dari mereka merasa perlu mengganti kursi di kantor untuk menyesuaikan dengan postur tubuh. Satu-satunya solusi untuk mengatasi masalah ini adalah mengganti kursi yang layak. Jaspers menyarankan untuk memilih kursi dengan bantalan belakang yang penuh, dan penyanggah tangan yang bisa disesuaikan. Dudukan kursi juga sebaiknya menyangga pinggang dan pinggul.

5. Fisik kelelahan
Solusinya, rehatlah sejenak. Berikan kesempatan kepada tubuh untuk bergerak. Berada dalam posisi statis dalam waktu lama akan membuat tubuh lelah. Lakukan peregangan atau berjalanlah sebentar di sekitar kantor.

(sumber : Kompas.com)

Read more... Read more...

Kamis, 17 Februari 2011

5 Rahasia Dapatkan Promosi Jabatan

Tidak hanya loyalitas, dedikasi, dan kepintaran yang dibutuhkan untuk mendapatkan promosi pekerjaan di perusahaan. Performance (penampilan) Anda pun menjadi salah satu faktor penting yang dapat menunjang karier. Penampilan yang meyakinkan dapat memengaruhi perlakuan orang lain terhadap Anda.

Seperti dikutip dari VIVAnews dari laman Yahoo1 Shine, Jumat (18/2/2011), Newsweek menemukan bahwa dalam mempekerjakan seorang manajer, perusahaan-perusahaan melakukan penilaian terhadap penampilan lebih dulu sebelum pengalaman kerja dan kepercayaan diri.

Untuk membantu mendapatkan promosi pekerjaan yang cocok bagi Anda, make up artis Carmidy dari 'What Not to Wear,' dan fitness consultant Ashley Borden memberikan tips untuk Anda seperti berikut ;

1. Gunakan mantra

Berpikiran positif adalah sebuah kunci sukses dalam bekerja. Menurut Carmidy, kecantikan tidak akan terlihat walaupun Anda menggunakan make up tanpa berpikiran positif. Bicaralah pada diri sendiri sebuah kata-kata positif yang dapat memotivasi Anda untuk beraktivitas. "Anda harus menyebutkan mantra-mantra positif di depan cermin setiap hari, dan make up pun akan menyempurnakan inner beauty Anda," ujarnya.

2. Pertegas keunikan Anda

"Jangan jadi budak tren. Ciptakan gaya Anda sendiri, sesuatu yang unik agar Anda diingat," ujar Carmidy. Memiliki ciri khas tertentu dalam berpenampilan sangat efektif dalam memberikan pesona yang kuat.

3. Budayakan tersenyum

Berdasarkan American Journal of Psychology, orang yang selalu tersenyum terlihat lebih pintas, tulus, dapat dipercaya, dan percaya diri dari pada yang terlihat terlalu serius. Oleh karena itu, pastikan gigi Anda terawat dan putih bersih. Untuk menjaga gigi tetap bersih, Anda dapat memakan wortel, apel, seledri, selada saat jauh dari sikat gigi. Makanan-makanan tersebut mampu menghilangkan plak-plak pada gigi dan menjaganya tetap bersih.

4. Gunakan warna yang sedikit berani pada bibir Anda

Anda yang wanita tentu ingin terlihat sederhana, namun tetap menampilkan rasa percaya diri dan keprofesionalan Anda. "Gunakan tata rias yang sesuai, percaya diri, dan tidak berlebihan. Warna berani pada bibir seperti merah dapat membuat orang lain memperhatikan bibir Anda, jadi mereka akan mendengarkan Anda," ujar Carmidy.

5. Perhatikan kesehatan rambut

Rambut yang indah tentu akan meningkatkan kepercayaan diri Anda. Usahakan untuk selalu merawatnya. Jangan lupa untuk menutup uban Anda dengan melakukan pewarnaan.

Read more... Read more...

Minggu, 13 Februari 2011

Yang Membimbing Kita ke Jalan Kesuksesan

Apa yang membimbing seseorang menuju jalan ke suksesan? Seperti dikutip dari Majalah Gatra edisi 16 Februari 2011, Kevin Wu Result Consultant mengatakan, pertanyaan seperti itu sering ia ajukan setiap kali dirinya memberikan pelatihan kepada karyawan dari instansi atau perusahaan tertentu, dan umumnya para peserta pelatihan mejawab, bahwa yang membuat orang sukses adalah kejujuran, keuletan, kesempatan, keberanian, kepemimpinan, dan lain lain.

Menurut Kevin, jawaban-jawaban itu tentu saja tidak ada yang salah. Namun menurut Stephen R. Covey dalam buku Everyday Greatness, yang membimbing kita menuju ke jalan kesuksesan adalah PILIHAN.

Ya, karena pilihanlah Anda berada di tempat ini sekarang. Karena pilihan jugalah anda memilih tempat kuliah, pasangan hidup, memulai karier atau bisnis, memilih peluang-peluang yang datang menghampiri, memilih aktifitas rutin produktif atau sekedar menghabiskan waktu dan masih banyak lagi.

Setiap hari kita selalu dihadapkan oleh berbagai pilihan, baik pilihan minor maupun pilihan mayor, dan pilihan-pilihan itu menunggu untuk kita putuskan. Pilihan minor contohnya adalah memilih pakaian apa yang akan digunakan, sedang pilihan Mayor di antaranya memilih pasangan hidup, tempat bersekolah, tempat berkarir dan lain sebagainya. Pilihan-pilihan ini saya ilustrasikan seperti pintu di hadapan kita yang menunggu untuk dibuka. Pilihan minor diilustrasikan dengan pintu kecil, dan pilihan mayor seperti gerbang yang besar. Banyaknya pilihan juga menunjukkan jumlah dari pintu tersebut.

Yang menarik adalah, di balik setiap pintu terdapat hal-hal yang kadang kala tidak kita duga. Hal tersebut bisa menyenangkan, tapi bisa juga mengecewakan. Apapun hal-hal yang didapat, harus diterima karena hal itu merupakan konsekuensinya. Setelah beberapa waktu mengalami hal-hal tersebut, kita kemudian dihadapkan kembali oleh pintu-pintu lainnya di depan kita. Setiap pilihan menghantarkan kita pada pilihan-pilihan lain berikutnya. Sama pula dengan pintu-pintu tersebut.

Kita tidak bisa berjalan mundur setelah membuka salah satu pintu tersebut, oleh karena itu sebelum menentukan pilihan, kita harus benar-benar mempertimbangkannya dengan matang. Akan tetapi hal ini jugalah yang menyebabkan banyak orang yang tidak berani membuka beberapa pintu, terlebih gerbang besar (baca: pilihan mayor), mereka terlihat bingung, plin-plan dan tidak memiliki keberanian untuk menghadapi konsekuensi atas pilihan mereka tersebut.

Akhirnya mereka hanya duduk bertumpu pada dagu dan lama kelamaan akan terpinggirkan dari arena kehidupannya sendiri. Posisi mereka yang sebelumnya adalah “pemain” telah berubah menjadi “penonton”, sebelumnya “subjek” kini menjadi “objek”. Kondisi ini sangatlah kontras dimana sebelumnya sebagai “pemain” mereka dapat mempengaruhi jalannya permainan, kini sebagai “penonton” mereka hanyalah menjadi penggembira. Sedangkan sebagai “subjek” mereka menjadi pelaku, kini sebagai “objek” mereka hanya sebagai pelengkap penderita. Penonton hanya bisa bersorak gembira jika ada salah seorang koleganya berhasil, tetapi keberadaan mereka tidaklah terlalu berarti bagi sang pemenang. Dan ketika mereka menyadarinya sisa waktunya tidaklah lama lagi, mereka menyerah dalam kekalahan dan kehampaan. Menyedihkan bukan?

Sebagian dari kita mungkin pernah memainkan peran “penonton” tadi, bukan? Sebelum terperosok lebih jauh mari kita kembalikan pernyataan di atas, “PILIHANLAH yang membimbing kita menuju ke jalan kesuksesan”, lalu akan muncul pertanyaan pilihan seperti apa yang Anda maksud? Ada 3 (tiga)acuan yang dapat Anda jadikan pegangan dalam menentukan PILIHAN setiap hari.

Pertama, Pilihan Untuk Bertindak
Kita selalu punya pilihan untuk berperan aktif menentukan jalan hidup sendiri atau diam dan pasrah menerima segala sesuatu?

Kedua, Pilihan Yang Berprinsip
Kita juga punya pilihan untuk menjalani kehidupan kita sesuai dengan prinsip-prinsip universal yang sudah teruji atau kita malah memilih menjalani kehidupan dengan menentang prinsip-prinsip tersebut?

Ketiga, Pilihan Yang Bertujuan
Setiap pilihan akan menghantarkan kita pada tahapan-tahapan berikutnya. Orang-orang yang memiliki tujuan dalam hidupnya akan mempertahankan pilihan-pilihan yang mengarah pada pencapaian tujuan tersebut.

Lalu, apa Pilihan Anda hari ini?

Read more... Read more...

Minggu, 06 Februari 2011

CoreAction Cerahkan Karyawan HRD PT. Telkom

PT. Telekomunikasi Indonesia (Telkom)Tbk memberikan kepercayaan kepada CoreAction Result Consulting untuk memberikan training kepada 29 orang manajer dan staf di bagian Human Resources Development (HRD). Pelatihan diselenggarakan pada Selasa (1/2/2011) dan Rabu (2/2/2011) di Hotel Griya Astuti, Puncak, Bogor, Jawa Barat.

“Pelatihan ini memberikan pencerahan yang selama ini terpendam,” tulis Budiharto, salah seorang karyawan PT. Telkom, pada kuesioner yang dibagikan seusai pelatihan.

CoreAction mengemas materi training dalam program Neo Peak Performance Camp (NPPC), salah satu program pelatihan unggulan CoreAction yang selalu diselenggarakan di luar kota. Selama training diberikan, dua trainer CoreAction yang memandu pelatihan ini, Kevin Wu dan Adi Putra Widjaya, membangun suasana yang komunikatif, interaktif, dan menyenangkan dengan cara menyelipkan guyonan-guyonan dan memberikan game-game untuk mensimulasikan maksud dari materi yang disampaikan.

Misalnya game berupa permainan golf. Melalui permainan ini, CoreAction memberitahu bahwa dalam melakukan sesuatu hendaknya setiap orang mengukur dulu tingkat kemampuannya, karena jika ambisi terlalu besar dibanding kemampuan, apa yang ingin dicapai sulit didapat. Juga, harus ada motivasi yang kuat, sehingga dalam mengejar apa yang diinginkan, menjadi bersemangat dan sungguh-sungguh.

Selain materi ini, karyawan PT. Telkom yang mengikuti training juga diingatkan tentang bakat yang diberikan Tuhan kepada manusia yang penting untuk dikembangkan agar dapat mencapai keberhasilan, baik bakat sebagai orang yang diberi kekuatan dalam hal pendengaran (auditory), penglihatan (visual), gerakan (kinestetik), penciuman (olfactory), ataupun pengecapan (gustatory). Banyak orang yang hidupnya tidak berhasil karena tidak menyadari atau bahkan mengabaikan anugerahnya ini, serta tidak mengembangkannya secara maksimal.

Para karyawan Telkom juga diingatkan kembali tentang pentingnya menggunakan dan mengucapkan kata-kata secara tepat dan benar, karena kata-kata yang keluar dari mulut seseorang pada akhirnya akan sangat mempengaruhi jalan kehidupannya.

Read more... Read more...

Selasa, 01 Februari 2011

Menangkap Kupu-kupu

Masalah finansial merupakan salah satu sumber gangguan kesehatan bagi sebagian besar orang. Survei perusahaan asuransi AXA pada 2010 ini mengungkapkan, dalam 12 bulan terakhir, 63 persen orang yang mengalami kesulitan keuangan menjadi stres. Bahkan orang yang bekerja di puncak karier, seperti manajemen puncak, juga mengalaminya, karena sebanyak 21 persen top manajer merasa tertekan akibat masalah finansial. Sementara stres akibat pekerjaan hanyalah 9 persen.

Seberapa besar penghasilan yang kita dapat, sangat tergantung pada cara dan mindset kita dalam bekerja. Tak sedikit orang yang setiap hari bekerja keras, banting tulang, sehingga diibaratkan kepala dibuat kaki dan kaki dibuat kepala, penghasilannya tetap saja minim, dan karir pun tidak beranjak, hanya di situ-situ saja. Mengapa?

Dulu, sebelum teknologi dan ilmu pengetahuan belum secanggih dan semaju saat ini, otot merupakan andalan utama untuk mendapatkan finansial. Semakin kuat tenaga dan semakin kekar otot yang dimiliki, harapan untuk mendapatkan penghasilan banyak semakin besar. Kini, dimana fungsi otot dapat digantikan mesin, paradigma orang untuk mendapat penghasilan bergeser. Alih-alih menggunakan otot, kini mereka menggunakan otak. Itu sebabnya orang yang sadar benar apa arti kesuksesan dan kesejahteraan hidup, akan berupaya untuk dapat menempuh pendidikan setinggi mungkin. Bahkan jika ada, S4 pun dikejar.

Strategi dan Pola berpikir! Itulah kunci untuk memperoleh kebebasan finansial pada saat ini. Dengan memberdayakan pikiran semaksimal mungkin, orang dapat sukses dan kaya raya tanpa harus bercucuran keringat setiap hari. Namun demikian banyak orang berkata, “Oh, saya sudah menggunakan otak saya secara maksimal. Saya pelajari ini itu, saya fikirkan ini itu, dan sebagainya. Tapi hasilnya tetap sama saja”.
Mungkin ada yang salah dari yang Anda lakukan. Atau mungkin juga cara yang Anda gunakan kurang tepat.

Umumnya orang-orang yang berada pada posisi puncak bukanlah orang-orang yang harus bercucuran keringat ketika bekerja. Sebaliknya, mereka bahkan duduk dalam ruangan yang luas, nyaman karena bersih dan ber-AC, dan lengkap dengan semua perabotan yang dibutuhkan, seperti televisi, DVD, bahkan kulkas. Penghasilan mereka pun besar. Bahkan teramat besar. Mengapa? Karena mereka tahu caranya.

Materi yang membuat kita kaya raya dan hidup nyaman laksana kupu-kupu dengan sayap indah berwarna-warni dan menggugah hasrat orang untuk menangkapnya. Maka dibuatlah jaring besar dan kupu-kupu itu dikejar. Jika dianalogikan dengan aktivitas orang mencari nafkah, itulah yang banyak terjadi setiap hari; mengejar materi dengan jaring hingga bercucur keringat, namun kupu-kupu belum tentu tertangkap.

Mengapa cara berfikir ini tidak kita balik, sehingga kupu-kupu lah yang mendatangi kita? Tak mungkin? Oh, mungkin saja, karena pada prinsipnya, segala sesuatu menjadi mungkin jika Anda BENAR-BENAR MAU.

Kupu-kupu sangat menyukai bunga-bunga berwarna-warni dan harum semerbak, karena nektar (madu bunga) yang menjadi makanannya, ada pada kelopak bunga-bunga itu. Jadi tanamilah kebun atau pekarangan rumah Anda dengan tanaman bunga, dan rawat, serta tingkatkan dari waktu ke waktu. Dijamin, banyak kupu-kupu akan datang tanpa diundang. Jika ini pun dianalogikan dengan cara kita mencari nafkah, maka jadikanlah diri kita semenarik, sehebat, dan sebagus mungkin sehingga orang tahu, melihat, dan akhirnya membutuhkan kita serta memberi kita pekerjaan/proyek. Hal ini tentu saja perlu kemauan, ketekunan, dan modal, tapi jika dibandingkan dengan hasil yang akan Anda dapat kelak, ‘pengorbanan’ itu tak seberapa.

Jangan pernah merasa cukup pada apa yang telah Anda miliki dan dapatkan, dan jangan pula menjadi yang biasa-biasa saja. Saat ini dunia kerja dan bisnis begitu kompetitif sehingga pesaing Anda pun takut dikalahkan. Maka tingkatkan terus diri Anda agar kemakmuran dapat diraih tanpa harus berlelah-lelah mengejarnya.

Penulis :
Kevin Wu Result Consultant
Managing director CoreAction Result Consulting
(Artikel ini telah dimuat di majalah mingguan GATRA edisi 27 Januari -2 Februari 2011)

Read more... Read more...

Minggu, 12 Desember 2010

Foto Pada Berkas Lamaran Kerja Mempengaruhi Nasib Anda

Tahukah Anda kalau ketika melamar pekerjaan, bukan hanya pengalaman dan latar belakang pendidikan saja yang menjadi bahan pertimbangan perusahaan untuk menerima atau menolak Anda, tapi juga wajah dalam foto yang Anda lampirkan pada berkas lamaran kerja?

Seperti dikutip VIVAnews.com dari laman NT Times, bahwa foto yang Anda sertakan dapat mempengaruhi nasib Anda saat melamar pekerjaan, merupakan kesimpulan atas hasil penelitian yang dilakukan tim dari Ben-Gurion University of the Negev, Israel. Dalam penelitian ini, tim mengirimkan 5.312 resume kepada lebih dari 2.600 perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan.

Tim mengirim dua aplikasi dengan resume identik ke setiap perusahaan. Satu aplikasi dilengkapi foto, dan satu lainnya tanpa foto. Tim menempatkan sejumlah foto acak, mulai wanita berwajah cantik, pria tampan, hingga mereka dengan wajah biasa saja.

Peneliti setidaknya mengumpulkan foto dari 300 mahasiswa. Mereka kemudian membentuk panel untuk mengategorikan pria dan wanita berdasar daya tariknya. Untuk menghilangkan bias rasial, para peneliti memilih individu yang tampaknya memiliki latar belakang etnis yang ambigu.

Hasilnya, 19,9% calon karyawan pria tampan yang mengirim foto mendapat panggilan wawancara. Sebanyak 13,7% pria dengan foto wajah biasa saja yang mendapat panggilan wawancara. Hanya 9,2% pria yang tidak mengirim foto yang mendapat panggilan.

Berdasar analisis penelitian, pria berwajah menarik harus mengirim rata-rata lima resume dengan foto untuk mendapat satu panggilan wawancara. Sedangkan pria berwajah biasa saja harus mengirimkan 11 resume dengan foto untuk bisa mendapatkan panggilan serupa.

Sementara pada wanita menunjukkan hasil sebaliknya. Sebanyak 16,6% wanita yang mengirim resume tanpa foto mendapat panggilan wawancara kerja. Ini menunjukkan tingkat respons tertinggi dari perusahaan yang membuka lowongan.

Wanita yang mengirim resume dengan foto biasa saja, 13,6%-nya yang mendapat panggilan wawancara. Sedangnya wanita yang mengirimkan resume dengan foto menarik, hanya 12,8%-nya yang dipanggil untuk wawancara.

Peneliti menemukan tingkat respons yang hampir sama untuk semua kategori wajah wanita. Wanita yang mengirim resume dengan wajah menarik hanya memiliki kemungkinan 50% mendapatkan panggilan wawancara. Peluang itu sama dengan wanita yang mengirim resume dengan foto biasa saja atau tanpa foto.

Peneliti juga mengambil kesimpulan bahwa respons perusahaan terhadap resume dipengaruhi jenis kelamin calon karyawan. Ketika pria mengirimkan resume dengan foto, perusahaan menganggapnya sebagai gambaran kepercayaan diri. Tapi ketika wanita mengirim resume dengan foto, cenderung dianggap 'menjilat' melalui penampilan.

“Penelitian kami justru menunjukan, kecantikan dan ketampanan menghalangi kesempatan mendapat pekerjaan. Pria dan wanita yang memenuhi kualifikasi dan berwajah menarik bisa jadi dicoret sejak awal proses seleksi," kata salah satu peneliti.

Read more... Read more...

Kamis, 02 Desember 2010

Cara Jitu Menghindari Miskomunikasi

Kata-kata merupakan bagian terpenting dari sebuah aktivitas berkomunikasi. Lewat kata-kata yang terangkum menjadi kalimat-kalimat, komunikasi bisa terjalin dua arah atau lebih.

Namun banyak orang mengakui, tak mudah melakukan aktivitas ini, terutama di tempat kerja. Masalahnya, jika terjadi kesalahpahaman dalam berkomunikasi, alias miskomunikasi, tentunya bisa mengganggu proses kerja. Bagaimana mengatasi miskomunikasi seperti ini? Berikut tips dari Kevin Wu Result Consultant, salah seorang trainer dan konsultan muda Indonesia, yang dikutip dari laman VIVAnews.com ;

1. Hargai lawan bicara
Menghormati dan menghargai orang yang diajak bicara akan membuat kita cenderung berhati-hati dalam mengungkapkan setiap kata. Termasuk, ketika menegur anggota tim yang melakukan kesalahan, sehingga apa yang ingin kita sampaikan dapat dimengerti, dipahami, dan tidak membuat yang diajak bicara atau ditegur menjadi marah.

Pakar komunikasi, Dale Carnegie, dalam buku ‘How to Win Friends and Influence People’ bahkan mengatakan, rahasia terbesar yang merupakan salah satu prinsip dasar dalam berurusan dengan manusia adalah dengan memberikan penghargaan yang jujur dan tulus kepada orang tersebut.

2. Empati
Kemampuan untuk dapat menempatkan diri pada situasi dan kondisi yang dihadapi lawan bicara akan menciptakan komunikasi lancar. Salah satu syarat untuk dapat memiliki empati adalah memiliki kemampuan untuk mendengarkan dan memahami terlebih dahulu apa yang dikatakan orang yang kita ajak bicara. Dalam buku ‘The 7 Habits of Highly Effective People’, pakar manajemen Stephen R. Covey bahkan menempatkan kemampuan mendengarkan sebagai satu dari 7 kebiasaan tersebut.

3. Jelas dan transparan
Terkadang, karena suatu alasan, kita merasa perlu untuk menyampaikan pesan. Pesan yang baik adalah pesan yang jelas, transparan, dan dapat dimengerti sehingga tidak menimbulkan multi-interpretasi atau salah tafsir.

Sikap seperti ini juga akan membuat lawan bicara percaya bahwa memang apa yang kita katakan adalah benar dan tidak ada yang ditutup-tutupi.

Read more... Read more...

Selasa, 30 November 2010

Maria C. Coyne, 'Dewi' Bagi Para Pengusaha Perempuan

WANITA yang menjabat sebagai Wakil Presiden Eksekutif segmen Bisnis Perbankan di KeyBank ini termasuk pribadi yang luar biasa. Dia menyadari bakatnya di bidang keuangan, dan mengelolanya sedemikian rupa, sehingga bukan hanya sukses berkarir di dunia perbankan, tapi juga berjasa dalam mengembangkan usaha yang dirintis kaum perempuan.

Maria C. Coyne, itulah namanya. Wanita yang juga merupakan anggota Dewan Eksekutif KeyCorp ini menyadari minatnya di bidang keuangan ketika masih remaja. Kala itu, setiap kali dia dan kawan-kawannya bermain boneka, dia menjadi teller bank dengan menggunakan uang permainan monopoli sebagai alat tukar dan bertransaksi. Sejak itu, dia memfokuskan diri untuk berkarir di bidang yang disukainya itu.


''Saya selalu tahu bahwa saya memiliki minat yang kuat di bidang keuangan. Selain itu, saya juga seorang kutubuku,'' katanya seperti dikutip situs forbes.com.


Coyne bergabung dengan KeyBank, bank ke-16 terbesar di Amerika Serikat dan bermarkas di Cleveland, pada 2001, sebagai wakil presiden senior di kelompok perencanaan strategis. Sebelumnya, ia adalah perencana strategis bisnis kecil di Greater Cleveland Growth, dan menghabiskan lebih dari 10 tahun bekerja di Bank One, melayani di berbagai kapasitas manajemen sebelum menjadi direktur pemasaran.

Penyandang gelar Sarjana Administrasi Bisnis di bidang Keuangan dari University of Notre Dame ini juga pendiri Key$Women, sebuah inisiatif bisnis milik perempuan di KeyBank yang sejak 2005 telah menyalurkan dana pinjaman senilai US$3 miliar kepada pengusaha perempuan. Ia bahkan berkomitmen untuk memberikan pinjaman tambahan hingga sebesar US$ 3 miliar pada 2012.

''Saya selalu senang bekerja dengan usaha kecil, yang bergantung pada kemampuan inovatif, karena dana yang disediakan pemerintah untuk mendukung usaha ini seperti datang dan pergi, sehingga dapat menganggu tumbuh kembang usaha kecil itu. Jika Anda ingin menjadi seorang bankir di sektor ini, Anda perlu memelajari bagaimana mengendarai ombak. Saya bekerja untuk membangun sesuatu yang berkelanjutan, yang akan berlangsung terus, terlepas dari apakah ada dana dari pemerintah atau tidak,” jelasnya.

Peluncuran Key$Women bermula dari kerja keras timnya yang melakukan cara-cara informal. Mereka membangun kemitraan dengan beberapa kelompok perempuan di penjuru negeri, yang pada akhirnya menghubungkan mereka dengan para pengusaha perempuan yang membutuhkan modal. Dia berhasil menggunakan perbankan sebagai sebuah kesempatan untuk memecahkan masalah nyata, dan membantu orang mencapai impian pribadi dan bisnis mereka. Berkat usahanya ini, dia juga mampu memberikan pemasukan antara US$ 1 juta hingga US$10 juta bagi KeyBank, dan ia tetap fokus untuk membantu para pemilik usaha kecil dan perempuan agar mampu membangun perusahaan sendiri hingga dua kali lipat lebih tinggi dibanding yang mampu dicapai kaum lelaki.

"Saya berpikir, coba bayangkan betapa banyak yang dapat kita lakukan jika kita meresmikan upaya ini. Saya tahu bahwa cara terbaik untuk mengembangkan bisnis kami (KeyBank-red) adalah dengan berinvestasi dalam segmen yang tumbuh lebih cepat daripada ekonomi yang dalam kasus ini adalah bisnis milik kaum perempuan," katanya.

Sejak bergabung dengan KeyBank, Coyne juga telah menjadi direktur di bidang pengalaman klien untuk KeyBank National Association dan kepala petugas administrasi untuk Key Community Banking. Selama menduduki jabatan tersebut, dia sukses membantu KeyBank menjadi bank dengan peringkat tertinggi dalam hal kepuasan costumer atas layanan perbankan versi American Customer Satisfaction Index (ACSI) pada 2010 ini.

Kesuksesan Coyne di dunia perbankan juga membuatnya menjadi laksana salah seorang selebritis kelas dunia, karena dia salah seorang yang selalu dicari para penyelenggara seminar dan talk show yang berkaitan dengan dunia keuangan, perbankan, dan usaha kecil, untuk dijadikan pembicara. Sejauh ini dia juga sudah sering tampil di CNN, SmartMoney.com, NPR, dan berbagai media nasional Amerika seperti The Wall Street Journal, Enterprising Women, BusinessWeek SmallBiz, American Banker, dan U.S. Banker.

Coyne berhasil mencapai prestasi tertingginya karena sadar akan kemampuan dan bakatnya di bidang keuangan, dan fokus pada tujuannya. Karena fokus, dia senantiasa menyusun rencana dan strategi secara detil, matang, dan terukur, dan mengimplementasikannya dengan baik dan benar. Dia juga selalu berorientasi untuk memberikan yang terbaik bagi orang lain, terutama bagi perusahaan dan klien-kliennya. Wanita ini menginspirasi banyak orang yang ingin sukses seperti dirinya.
(dari berbagai sumber)

Read more... Read more...

Senin, 29 November 2010

10 Kesalahan pada Berkas Lamaran Kerja

Resume atau berkas lamaran pekerjaan seharusnya berisi segala hal mengenai diri dan kelebihan Anda. Hal tersebut sebaiknya dibuat dengan ringkas, mudah dibaca, mudah dimengerti, dan menonjolkan alasan mengapa Anda yang sebaiknya dipilih untuk menempati pekerjaan yang Anda tuju itu. Namun, yang kerap terjadi adalah sebaliknya.

Sebelum dikirimkan, Anda harus membaca berulang-ulang untuk memastikan bahwa isinya sudah cukup tepat dan menceritakan tentang diri Anda. Anda mungkin butuh waktu berjam-jam untuk menyusun resume, tetapi si pewawancara mungkin hanya butuh beberapa menit untuk membacanya. Ketika ada kesalahan, tanpa segan-segan melewatkan resume Anda.

Pastikan resume Anda dibaca lengkap serta tidak terempas begitu saja karena ada kesalahan umum yang sebenarnya bisa dihindari. Berikut adalah beberapa kesalahan umum yang bisa Anda hindari yang dikutip dari Kompas.com ;

1. Tidak menyertakan surat pengantar lamaran
Surat lamaran pekerjaan (bukan curriculum vitae) bernilai penting pada saat pemrosesan pembacaan surat lamaran pekerjaan. Banyak perusahaan yang langsung membuang berkas lamaran pekerjaan yang tak menyertakan surat pengantar tersebut. Pastikan Anda menuliskan ringkasan riwayat diri Anda dengan tepat pada cover letter. Jelaskan mengenai kualifikasi Anda, jarak antara waktu kerja yang cukup jauh, serta informasi lain yang sekiranya dibutuhkan oleh perusahaan yang Anda tuju.

2. Berpikir bahwa salah ketik itu wajar
Dalam survei yang dilakukan kepada para human resources department (HRD), kesalahan yang tersering mereka lihat dalam resume adalah kesalahan pengetikan atau sering disebut "typo". Jangan segan untuk meminta orang lain membaca kembali berkas lamaran pekerjaan Anda untuk memastikan tidak ada kesalahan, apalagi jika Anda mengirim lamaran dalam bahasa Inggris atau bahasa lain yang sebenarnya belum Anda kuasai.

3. Terlalu generik
Ada banyak contoh penulisan surat lamaran pekerjaan yang bisa Anda contoh. Akan tetapi, saking umumnya, kadang para pembaca surat lamaran pekerjaan itu jadi hafal polanya. Nah, pastikan Anda menuliskan lamaran pekerjaan tepat guna dengan posisi yang Anda tuju. Buat surat lamaran pekerjaan Anda cukup personal dan tidak terlihat seperti Anda setengah hati melamarnya. Apalagi ternyata terselip nama perusahaan lain yang pernah Anda coba kirim lamaran. Uh, sudah pasti berkas Anda langsung disingkirkan.

4. Memfokuskan pada tugas, bukan hasil akhir
Ketimbang menuliskan daftar penugasan yang pernah Anda kerjakan, lebih baik Anda tuliskan apa saja hasil yang pernah Anda dapatkan dan bagaimana hal tersebut membantu perusahaan. Contoh, jika Anda pernah berhasil berkontribusi pada pendapatan perusahaan saat mencapai penghasilan tertinggi dalam sejarah dengan program yang Anda buat, maka tempat Anda melamar akan sangat tertarik pada Anda.

5. Obyektif egois
Para pencari pekerja akan mencoba melihat apakah Anda adalah kandidat yang tepat untuk posisi di lembaga mereka, jadi, apa pun yang ada di dalam resume Anda seharusnya merujuk kepada pengalaman dan keberhasilan Anda. Ringkasan kualifikasi yang menceritakan mengenai keberhasilan Anda akan lebih efektif ketimbang pernyataan tujuan Anda yang generik.

6. Format resume yang "berbunga-bunga"
Tentu, penggunaan kertas berwarna pink dan penggunaan huruf yang besar-kecil dengan warna yang berbeda-beda akan membuat berkas lamaran Anda terlihat berbeda dan menonjol, tetapi bukan dalam artian yang bagus. Biasakan untuk menuliskan resume menggunakan kertas dan font yang standar saja. Gunakan tipe font Arial atau Times New Roman berwarna hitam di atas kertas putih.

7. Salah cantum gelar dan tanggal
Salah satu kesalahan yang sering tertangkap adalah kesalahan pada pencantuman gelar. Ada yang saking bersemangatnya, gelar tersebut sudah dicantumkan pada saat ia mengirimkan lamaran, padahal wisuda atau kelulusannya baru akan diadakan bulan depan. Memaksakan hal tersebut bisa membuat Anda terlihat seperti "berbohong".

8. Alasan pergi dari kantor lama
Jangan mencantumkan sesuatu yang bernada negatif dalam resume Anda (juga saat wawancara kerja). Jika Anda meninggalkan posisi lama karena pengurangan tenaga kerja atau karena dipecat, sebaiknya ungkapkan hal tersebut hanya jika ditanya.

9. Mencantumkan terlalu banyak informasi personal
Jika tak ada hubungannya dengan karier Anda, tak usah cantumkan kegiatan pribadi Anda. Begitu pun dengan tinggi atau berat badan (kecuali memang diminta), afiliasi dalam bidang agama, orientasi seksual, hobi memancing, atau apa pun yang bisa berbalik menghakimi Anda.

10. Terlalu panjang
Jika ada pekerjaan di masa lalu yang tak lagi relevan dengan karier Anda, sebaiknya tak usah dicantumkan. Panjang halaman resume disarankan tak lebih dari 2 halaman. Jadi, pastikan Anda mencantumkan hal-hal yang relevan saja. Para manajer HRD, dalam survei yang dilangsungkan oleh Careerbuilder, 21 persen responden mengatakan resume yang lebih panjang dari 2 halaman terlalu panjang, membosankan, dan banyak salahnya.

Read more... Read more...

Kamis, 11 November 2010

Hindari 5 Risiko Akibat Pekerjaan

SEBUAH studi terbaru menunjukkan simpulan mengejutkan tentang hubungan bekerja dengan kesehatan. Duduk terlalu lama, mengetik terus menerus, berdiri berjam-jam, sampai stress, dapat menyebabkan sejumlah penyakit berbahaya mulai dari gangguan syaraf siatik sampai penyakit jantung.

Duduk lama
Duduk terlalu lama tidak baik untuk kesehatan. Bukan hanya menekan punggung bagian bawah dan tulang ekor, duduk terlalu lama juga menyebabkan rasa sakit dan gangguan syaraf siatik bagi sejumlah perempuan.Dua studi belum lama ini juga menemukan bahwa, semakin lama orang menghabiskan waktu untuk duduk setiap hari, semakin besar kemungkinannya meninggal akibat kanker atau penyakit jantung.

Agar tetap sehat, usahakan bangkit selama lima menit dari tempat duduk setiap jamnya. Lakukan sesuatu, misalnya pergi ke kamar mandi atau mengambil air minum. Semakin aktif Anda bergerak, semakin kecil risikonya.

Terus mengetik
Menghabiskan waktu selama 20 jam atau lebih di depan komputer setiap minggu, bisa menempatkan Anda pada risiko cedera pergelangan tangan. Sering kali, kerusakan yang terjadi cukup parah sehingga jalan keluar satu-satunya adalah dengan menjalani prosedur operasi. Itu sebabnya, pencegahan menjadi tindakan yang sangat penting.

Ketika Anda mengetik, jaga supaya tangan berada dalam posisi netral. Jangan pernah menumpangkan tangan di meja, atau menahannya terlalu tinggi. Idealnya, lengan harus ditopang oleh lengan kursi.

Shift malam
Sebuah penelitian besar menemukan bahwa perawat shift malam memiliki kecenderungan lebih besar untuk menderita kanker payudara, dibandingkan mereka yang bekerja pada siang hari. Sementara itu, penelitian terbaru lainnya menemukan bahwa pekerja shift malam memiliki kecenderungan lebih besar untuk mengalami sindrom iritasi usus besar.

Jika Anda termasuk orang yang sering mendapat giliran bekerja di malam hari, agar tetap sehat praktikkan langkah berikut ini. Begitu pulang ke rumah, turunkan suhu ruangan di kamar tidur, redupkan cahaya lampu, dan gunakan sumbat telinga untuk memblokir interupsi saat beristirahat.

Berdiri lama

Perempuan yang berdiri lebih dari delapan jam perhari, memiliki tingkat varises jauh lebih tinggi dibandingkan mereka yang jarang berdiri lama. Untuk mengatasinya, jangan malas menggerakkan tungkai kaki setelah seharian berdiri.

Duduk dengan mengangkat kaki dapat meringankan pembuluh vena yang melebar dan rasa sakit untuk sementara. Tapi, meningkatkan sirkulasi darah dengan cara menggerakkan kaki merupakan cara terbaik untuk mengatasinya.

Stress tingkat tinggi

Tekanan kronis bisa membuat tubuh dan otak dibanjiri hormon stress seperti norepinefrin dan kortisol. Kondisi tersebut bisa memicu timbunan lemak perut ekstra, dan meningkatkan tekanan darah dan risiko penyakit jantung.

Untuk menjaga kesehatan, singkirkan ketegangan otot dan hentikan produksi kortisol dengan melakukan aktivitas fisik. Cara terbaik adalah dengan rajin jogging atau naik turun tangga sebagai latihan kardio yang intens.

Read more... Read more...

Karyawan BPPT Ikuti Pelatihan QI Person

Sebanyak 30 orang karyawan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan 60 karyawan dari sejumlah instansi yang menerima beasiswa S2 dan S3 dari lembaga tersebut, seperti karyawan dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Badan Tenaga Atom Nasional (Batan), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dan Kementerian Riset dan Teknologi (Ristek) mengikuti training Quality Implementation (QI) Person yang diselenggarakan di auditorium Gedung 2 Lantai 3 Gedung BPPT, Jakarta, Rabu (10/11/2010).

Saat membuka pelatihan ini, Sesmenristek Mulyanto mengatakan, dia ingin dengan diselenggarakannya pelatihan ini, karyawan BPPT maupun karyawan dari istansi lain yang mendapat beasiswa S2 dan S3 dari BPPT, tumbuh menjadi pribadi-pribadi unggul yang berkualitas.
"Dengan menjadi pribadi-pribadi seperti itu, saya berharap kalian semua dapat memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara, sesuai bidang pekerjaan yang kalian tekuni. Uang atau materi bukan segalanya. Anda bisa saja membeli apapun yang Anda inginkan dengan uang, tapi Anda tidak bisa membeli kebahagiaan. Anda juga bisa membeli seks dengan uang, tapi tidak bisa membeli cinta," katanya.
Apa yang diinginkan Mulyanto ini sejalan dengan hasil yang dapat dicapai dengan mengikuti training QI person, karena metode ini dapat mendorong seseorang untuk menjadi pribadi-pribadi unggul dan berkualitas yang dapat sukses di segala bidang, baik rumah tangga, karir, pergaulan sosial, dan sebagainya. Selama lebih dari tujuh jam, mulai pukul 09.15 hingga 16.45 WIB, Managing Director CoreAction Result Consulting yang juga salah seorang trainer muda Indonesia, Kevin Wu, menjelaskan, bahwa QI Person mengajarkan, untuk menjadi pribadi berkualitas yang pasti sukses dalam hidupnya, minimal ada empat langkah yang harus dilakukan, yakni dress up, step up, back up, dan grow up.
"Dengan keempat langkah ini, setiap pribadi dapat melakukan sesuatu secara efektif, efisien, namun dengan hasil yang maksimal. Selain itu, keempat langkah ini juga akan membuat seseorang menjadi pribadi yang toleran, humble, berfikiran positif, cermat, mampu mengeluarkan semua potensi dalam dirinya, dan selalu berupaya memberikan hanya yang terbaik bagi dirinya, keluarganya, perusahaan atau instansi tempatnya bekerja, dan lingkungan sekitarnya," kata Kevin.
Usai pelatihan, dari feed back yang diberikan peserta diketahui, kalau rata-rata peserta puas pada apa yang diajarkan dalam metode QI Person, karena setelah mengikuti pelatihan, banyak hal yang baru mereka mengerti dan ketahui, yang sebelumnya bahkan sama sekali tak terfikirkan. Rata-rata peserta memberikan poin 8 dan 9 untuk materi yang diajarkan CoreAction Result Consulting melalui trainer utamanya, Kevin Wu.
QI Person telah diajarkan pada banyak instansi, di antaranya kepada para agen Pudential yang trainingnya diselenggarakan pada 28 Agustus 2010, Bank Bukopin pada 7 Agustus 2010, Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi pada 3 Agustus 2010, dan Radio Dakta FM pada 3 Juli 2010.

Read more... Read more...

Minggu, 07 November 2010

Cara Pintar Bernegosiasi

Negosiasi punya peranan penting untuk mencapai suatu target kerja. Jika menguasai teknik negosiasi, perjalanan Anda menuju puncak karier akan lebih mulus dibandingkan mereka yang tidak punya kemampuan bernegosiasi yang baik.

Banyak orang menganggap, untuk bernegosiasi yang dibutuhkan hanya kemampuan berkomunikasi yang baik dan penampilan sempurna. Anggapan ini tentu saja tidak salah. Namun, untuk sukses bernegosiasi dibutuhkan poin-poin lain. Apa saja itu? Berikut tips dari Kevin Wu Result Consultant yang dikutip dari VIVAnews.com ;

1. Informasi, informasi, informasi
Sebelum memulai segala negosiasi, Anda perlu memiliki semua informasi yang relevan dan up to date yang terkait dengan tujuan negosiasi Anda. Anda tentu akan merasa nyaman jika tahu apa dan bagaimana mitra yang diajak bernegosasi. Serta, bagaimana kondisi perusahaannya terkait dengan materi yang akan dinegosiasikan.

Maka kumpulkan informasi secukupnya, lalu gunakan untuk membangun komunikasi kondusif demi mencapai hasil yang diinginkan.

2. Persiapan
Kepercayaan diri akan meningkat drastis jika Anda juga melakukan persiapan-persiapan yang dibutuhkan dalam rangka bernegosiasi. Misalnya, ketika Anda bernegosiasi perihal pembangunan di sebuah kawasan, Anda perlu mempersiapkan data-data geografi dan demografi di sekitarnya, walaupun hal tersebut tidak diminta atasan atau klien.

Kepercayaan diri Anda akan berdampak langsung pada meningkatnya kepercayaan pihak klien. Hal ini akan memuluskan jalannya negosiasi yang sedang Anda bangun.

3. Bersikap kritis
Negosiasi dapat berlangsung karena adanya kebutuhan dari kedua belah pihak. Biasanya proses 'tawar menawar' ini menjadi alot dan berkepanjangan karena salah satu atau masing-masing pihak tidak mengetahui kebutuhan pihak lainnya. Hal ini bisa terjadi karena ketidakpekaan atau karena memang pihak tersebut sengaja menyembunyikan kebutuhan inti.

Jadi, pada tahap ini bersikaplah kritis dan teruslah mengejar jawaban dengan pertanyaan-pertanyaan Anda. Sebab, biasanya Anda akan menemukan solusi bukan pada jawaban pertama.

Read more... Read more...

Kamis, 07 Oktober 2010

Menjadi Karyawan Berprestasi di Tempat Kerja

Menjadi karyawan terbaik, apalagi menjadi karyawan teladan, merupakan dambaan banyak orang. Sebab, jika predikat ini diperoleh, tak hanya pujian yang didapat, tapi juga bonus dan promosi jabatan.

Perlu disadari, untuk menyandang karyawan berprestasi perlu usaha keras, karena persaingan yang makin ketat di antara sesama pegawai. Jika Anda ingin jadi 'pemenang' di mata atasan, ini tips dari Kevin Wu Result Consultant, dan tips ini telah dipublikasikan Vivanews.com dalam rubrik Karir Kosmo edisi 5 Oktober 2010 dengan judul " Jadi 'Juara' di Tempat Kerja". Berikut tipsnya;

1. Tingkatkan kinerja
'What you did is what you got'. Kalimat bijak yang sudah sangat akrab dengan telinga ini mengingatkan, bahwa apa yang Anda dapatkan saat ini atau di masa depan, merupakan ganjaran setimpal atas apa yang telah atau sedang Anda lakukan.
Maka tingkatkan kinerja agar apapun yang Anda lakukan, hasilnya akan lebih maksimal. Jangan malas dan jangan pula melakukan hal-hal tidak jujur dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab. Juga berhentilah berkata: "Ah, saya sih bekerja sesuai argo saja." Hati-hati, kalimat ini bisa jadi bumerang untuk Anda. Sebab, banyak perusahaan yang baru memberikan penghargaan setelah melihat pekerjaan karyawannya memuaskan.

2. Ambil tanggung jawab lebih
Jika kinerja telah meningkat, buat diri Anda lebih menonjol lagi dibanding yang lain. Caranya, jangan takut atau ragu untuk mengambil tanggung jawab lebih dari yang dibebankan perusahaan kepada Anda.
Misalnya, jika pada tugas yang diberikan ada peluang untuk dikembangkan, kembangkanlah. Meskipun itu berarti Anda akan mendapat tanggung jawab tambahan.
Atau, jika rekan kerja Anda tak sempat atau tak sanggup menyelesaikan pekerjaannya, bantulah. Dengan cara ini semua orang, termasuk bos, akan melihat bahwa Anda memang punya potensi untuk diberi promosi atau dijadikan sebagai karayawan berprestasi.



Kevin Wu adalah managing director CoreAction Result Consulting, perusahaan yang bergerak di bidang jasa pelatihan dan konsultasi manajemen sumber daya manusia (SDM). Untuk mengetahui lebih detil, KLIK DI SINI.

Read more... Read more...

Rabu, 06 Oktober 2010

Tips Atasi Masalah Saat Transisi Jabatan

Meraih promosi jabatan bak pisau bermata dua. Di satu sisi, itu sebuah prestasi yang patut dirayakan. Di sisi lain, jabatan baru yang lebih tinggi justru berpotensi menambah beban hidup jika tak siap menjalaninya.

Apalagi jika jabatan baru itu cukup tinggi dengan tanggung jawab yang sangat besar seperti manajer atau direktur. Menghadapi kondisi semacam itu butuh adaptasi. Jangan sampai pujian yang awalnya mengalir indah berbuah cercaan dari anak buah, juga teguran dari atasan.

Di masa adaptasi dengan jabatan baru, cobalah trik dari Kevin Wu Result Consulting berikut ini yang juga telah ditayangkan di rubrik Kosmo Vivanews.com edisi 6 Oktober 2010 dengan judul "Belajar Jadi Bos'.

1. Bersikap tenang
Kepanikan dapat menghilangkan kemampuan berpikir dan memengaruhi orang-orang di sekitarnya. Saat menghadapi masalah dengan jabatan baru, cobalah bersikap tenang. Sikap ini juga membuat diri lebih terkontrol sehingga tidak mudah emosi atau salah bicara. Ingat, kontrol diri yang buruk akan berdampak negatif pada situasi yang mungkin sudah buruk.

2. Hindari mikromanajemen
Ini biasanya terjadi lantaran merasa tidak siap memimpin sebuah tim kerja. Bisa juga terjadi karena belum merasa mengenal dengan baik atau percaya dengan tim kerja yang baru dipimpinnya. Situasi ini membuat Anda mengendalikan semua pekerjaan sendiri tanpa melibatkan tim. Prinsip mikromanajemen hanya akan memusingkan diri sendiri dengan hasil yang tak maksimal.

3. Jangan malu bertanya
Obat mujarab di kala bingung atau merasa sulit menyelesaikan sesuatu adalah bertanya. Jangan ragu berkonsultasi dengan atasan saat menghadapi masalah dengan jabatan baru. Bahkan, jika memang perlu bertanya dengan anak buah untuk mencari solusi juga tak masalah.
Effie Pavlou, seorang direktur di Granit Consulting Group, menyarankan para manajernya untuk mendemontrasikan hal ini di hadapan para karyawan. Tujuannya, agar karyawan juga terbentuk budaya berani mengajukan pertanyaan kepada pimpinannya.

4. Waspadai politik kantor
Bukan rahasia kalau orang yang baru menduduki jabatan tertentu cenderung rentan diserang. Tak jarang mereka menghadapi orang-orang yang merasa kariernya 'dilangkahi’ atau yang dengki atas ‘keberuntungan’ orang lain. Karenanya, kenali mana kawan dan mana lawan, agar Anda tahu persis bagaimana seharusnya menghadapi setiap orang di lingkungan kerja.

5. Jangan percaya gosip
Untuk membuat kebijakan dan langkah langkah yang tepat, Anda membutuhkan data yang valid dan dapat dipercaya. Maka hati-hatilah dengan gosip agar Anda tidak salah dalam membuat kebijakan. (pet)

Read more... Read more...

Minggu, 26 September 2010

Agar Karir Bertahan di Posisi Puncak

Pernahkah terjerembab dari posisi puncak ke tempat yang tidak pernah Anda bayangkan sebelumnya? Kondisi tersebut mungkin saja terjadi. Banyak orang yang sudah berada di puncak, terpaksa mengalami penurunan karier.

Mempertahankan posisi karier memang lebih sulit dibanding membangun. Karena itu, jika ingin awet di posisi puncak, Kevin Wu Result Consultant, salah seorang trainer muda Indonesia yang juga managing director CoreAction Result Consulting, menyarankan sebuah strategi ampuh bagi Anda, dan strategi ini telah ditayangkan di rubrik Karir Kosmo Vivanews.com. Strategi tersebut adalah menginvestasikan 'aset-aset berharga' Anda untuk menjaga dan mempertahankan keberhasilan yang telah Anda raih saat ini. Aset-aset tersebut, antara lain:

1. Waktu
Waktu merupakan hal paling berharga. Jika telah berlalu, waktu tak dapat dikembalikan. Maka itu, manfaatkan waktu sebaik mungkin hanya untuk hal-hal yang diorientasikan pada pertumbuhan dan kestabilan karier Anda. Alokasikan waktu Anda hanya untuk aktivitas produktif dan penting.

2. Materi
Membangun kemakmuran bukan hanya mengetahui strategi mendapatkan penghasilan besar. Tapi, perlu juga tahu soal pengelolaan uang. Caranya sederhana, perbesar porsi 'beras' (baca: uang) yang ditanamkan kembali daripada beras yang dikonsumsi.
Tidak peduli berapa besarnya pemasukan Anda saat ini, upayakan untuk menginvestasikan kembali uang tersebut. Kegunaannya, dapat menjadi 'tiang' saat karier Anda bermasalah, sehingga kehidupan Anda tidak benar-benar ambruk. Bahkan mungkin saja dengan investasi ini Anda bisa memiliki karier baru di samping karier yang Anda geluti saat ini.

3. Orang-orang di sekitar Anda
Manusia adalah makluk sosial. Karenanya, dalam meraih sesuatu, manusia membutuhkan orang lain, baik keluarga, pimpinan di kantor, rekan kerja, dan sebagainya. Investasikan orang-orang ini dengan cara memberinya perlakuan-perlakuan baik, sehingga ketika Anda membutuhkan mereka, mereka dengan senang hati mendukung Anda. Ingat, orang di luar diri Anda dapat membangun sekaligus menjatuhkan Anda.



Hasil akhir yang berkualitas diawali dari implementasi yang berkualitas (quality implementation/QI). Semoga bermanfaat.

Read more... Read more...

Trik Cepat Naik Jabatan

Cepat tidaknya sukses yang diraih seseorang dalam berkarier, dipengaruhi berbagai faktor. Salah satu faktor terbesar ternyata berasal dari diri sendiri.
Karena itu, jika ingin mendapatkan promosi jabatan lebih cepat, ada dua hal penting yang harus diperhatikan. Yaitu, konteks (penampilan) dan konten pribadi (kinerja) Anda. Jika dapat memamerkan dua hal ini, karier Anda akan melesat lebih cepat.

Berikut tips dari Kevin Wu Result Consultant, salah seorang trainer muda Indonesia sekaligus managing director CoreAction Result Consulting, yang kami kutip dari rubrik karir Kosmo Vivanews.com edisi 20 Agustus 2010 tentang cara meningkatkan konteks dan konten Anda agar performa Anda meningkat dan berada di atas rata-rata.

1. Meningkatkan konteks
Konteks pada diri adalah apa yang orang lain dapat lihat dan dengar diri Anda. Karenanya, jaga dan tingkatkanlah tiga hal berikut:

- Your appearance (penampilan). Tujuannya agar orang kagum dan salut kepada Anda, dan tak ada peluang bagi seseorang untuk mencela, apalagi merendahkan Anda.
- Your word (tutur kata). Dengan begitu siapapun yang berurusan dengan Anda akan merasa nyaman dan paham bahwa Anda pribadi yang berkualitas.
- Your action (tindakan). Hasilnya, semua orang tahu, Anda bukan pribadi yang suka menunda-nunda pekerjaan, dan bukan pula pribadi yang suka meninggalkan pekerjaan sebelum pekerjaan itu tuntas.

2. Meningkatkan Konten
Konten adalah value dalam diri Anda yang menunjang konteks dalam mencapai kesuksesan. Maka itu, jaga dan tingkatkan tiga hal berikut:

- Knowledge (ilmu pengetahuan). Agar Anda memiliki pengetahuan yang cukup dalam bidang pekerjaan maupun yang terkait dengannya. Wawasan luas yang Anda miliki akan menuai keuntungan saat Anda berbincang dengan rekan bisnis atau atasan.
- Skill (kemampuan). Tujuannya, agar Anda dapat menunaikan pekerjaan dengan baik dan Anda mahir dalam pekerjaan itu.
- Attitude (perilaku). Agar semua orang, terutama atasan Anda, mendapat kesan positif tentang Anda, sehingga jalan menuju sukses terbuka lebar.



Hasil akhir yang berkualitas diawali dari implementasi yang berkualitas (quality implementaton/QI). Semoga bermanfaat.

Read more... Read more...

Karir Mentok? Coba Strategi Ini

Merasa karier tidak berkembang, meski Anda memiliki otak brilian, loyalitas dan dedikasi pada perusahaan? Jangan putus asa, karena mungkin ada sesuatu yang tidak Anda ketahui, atau mungkin selama ini Anda dengan sengaja telah mengabaikannya. Apakah itu?

'Tak kenal maka tak sayang', pepatah ini bisa jadi acuan Anda untuk mengembangkan karier. Sudah hukum alam, bahwa jika kita tidak melihat dan mengenal sesuatu, kita cenderung mengabaikannya. Sebaliknya, jika kita melihat, kita tahu, apalagi sangat familiar, kita akan memperhatikannya. Bisa jadi karier Anda 'buntu' karena faktor ini, yakni faktor bahwa bos Anda tidak 'mengenal Anda'.
Untuk mengatasi problem karier ini, berikut tips dari Kevin Wu Result Consultant, salah seorang trainer muda Indonesia yang juga managing director CoreAction Result Consulting yang kami kutip dari rubrik karir Kosmo Vivanews.com edisi 17 September 2010,:

1. Pamer kelebihan Anda
Perusahaan merupakan organisasi dengan banyak orang di dalamnya. Dengan kondisi seperti ini, tak mudah bagi seorang pimpinan untuk mengenal setiap karyawannya. Karena itu, Anda harus berani tampil beda dalam hal yang positif. Sehingga siapapun di tempat Anda bekerja, terutama pimpinan, tahu tentang Anda.
Cobalah tampil beda dalam hal yang sangat positif. Misalnya, jika teman-teman kerja sering datang terlambat, manfaatkan kesempatan ini dengan selalu datang tepat waktu. Atau, bila sedang rapat, usahakan untuk mengungkapkan pendapat Anda. Dengan begitu, atasan bisa lebih mengenal Anda.

2. Selalu ciptakan kesan positif
Jika bos telah mengenal Anda, buat dia selalu ingat Anda lewat prestasi dan potensi yang Anda miliki. Tak perlu mendekatinya dengan cara mencari muka atau menjilat, karena pendekatan seperti itu justru hanya akan merugikan diri Anda sendiri.
Yang perlu Anda perkuat adalah prestasi kerja, terutama jika pimpinan memberikan kepercayaan untuk menangani proyek-proyek penting, Jika kesempatan belum datang, berlatihlah mulai sekarang dengan menyelesaikan tanggung jawab satu persatu. Ingat, kepercayaan tidak muncul dalam 1-2 hari, karenanya harus dipupuk sejak dini.

Hasil akhir yang berkualitas diawali dari implementasi yang berkualitas (quality implementation/QI). Semoga bermanfaat.

Read more... Read more...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP