Kamis, 11 November 2010

Hindari 5 Risiko Akibat Pekerjaan

SEBUAH studi terbaru menunjukkan simpulan mengejutkan tentang hubungan bekerja dengan kesehatan. Duduk terlalu lama, mengetik terus menerus, berdiri berjam-jam, sampai stress, dapat menyebabkan sejumlah penyakit berbahaya mulai dari gangguan syaraf siatik sampai penyakit jantung.

Duduk lama
Duduk terlalu lama tidak baik untuk kesehatan. Bukan hanya menekan punggung bagian bawah dan tulang ekor, duduk terlalu lama juga menyebabkan rasa sakit dan gangguan syaraf siatik bagi sejumlah perempuan.Dua studi belum lama ini juga menemukan bahwa, semakin lama orang menghabiskan waktu untuk duduk setiap hari, semakin besar kemungkinannya meninggal akibat kanker atau penyakit jantung.

Agar tetap sehat, usahakan bangkit selama lima menit dari tempat duduk setiap jamnya. Lakukan sesuatu, misalnya pergi ke kamar mandi atau mengambil air minum. Semakin aktif Anda bergerak, semakin kecil risikonya.

Terus mengetik
Menghabiskan waktu selama 20 jam atau lebih di depan komputer setiap minggu, bisa menempatkan Anda pada risiko cedera pergelangan tangan. Sering kali, kerusakan yang terjadi cukup parah sehingga jalan keluar satu-satunya adalah dengan menjalani prosedur operasi. Itu sebabnya, pencegahan menjadi tindakan yang sangat penting.

Ketika Anda mengetik, jaga supaya tangan berada dalam posisi netral. Jangan pernah menumpangkan tangan di meja, atau menahannya terlalu tinggi. Idealnya, lengan harus ditopang oleh lengan kursi.

Shift malam
Sebuah penelitian besar menemukan bahwa perawat shift malam memiliki kecenderungan lebih besar untuk menderita kanker payudara, dibandingkan mereka yang bekerja pada siang hari. Sementara itu, penelitian terbaru lainnya menemukan bahwa pekerja shift malam memiliki kecenderungan lebih besar untuk mengalami sindrom iritasi usus besar.

Jika Anda termasuk orang yang sering mendapat giliran bekerja di malam hari, agar tetap sehat praktikkan langkah berikut ini. Begitu pulang ke rumah, turunkan suhu ruangan di kamar tidur, redupkan cahaya lampu, dan gunakan sumbat telinga untuk memblokir interupsi saat beristirahat.

Berdiri lama

Perempuan yang berdiri lebih dari delapan jam perhari, memiliki tingkat varises jauh lebih tinggi dibandingkan mereka yang jarang berdiri lama. Untuk mengatasinya, jangan malas menggerakkan tungkai kaki setelah seharian berdiri.

Duduk dengan mengangkat kaki dapat meringankan pembuluh vena yang melebar dan rasa sakit untuk sementara. Tapi, meningkatkan sirkulasi darah dengan cara menggerakkan kaki merupakan cara terbaik untuk mengatasinya.

Stress tingkat tinggi

Tekanan kronis bisa membuat tubuh dan otak dibanjiri hormon stress seperti norepinefrin dan kortisol. Kondisi tersebut bisa memicu timbunan lemak perut ekstra, dan meningkatkan tekanan darah dan risiko penyakit jantung.

Untuk menjaga kesehatan, singkirkan ketegangan otot dan hentikan produksi kortisol dengan melakukan aktivitas fisik. Cara terbaik adalah dengan rajin jogging atau naik turun tangga sebagai latihan kardio yang intens.

Read more... Read more...

Karyawan BPPT Ikuti Pelatihan QI Person

Sebanyak 30 orang karyawan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan 60 karyawan dari sejumlah instansi yang menerima beasiswa S2 dan S3 dari lembaga tersebut, seperti karyawan dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Badan Tenaga Atom Nasional (Batan), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dan Kementerian Riset dan Teknologi (Ristek) mengikuti training Quality Implementation (QI) Person yang diselenggarakan di auditorium Gedung 2 Lantai 3 Gedung BPPT, Jakarta, Rabu (10/11/2010).

Saat membuka pelatihan ini, Sesmenristek Mulyanto mengatakan, dia ingin dengan diselenggarakannya pelatihan ini, karyawan BPPT maupun karyawan dari istansi lain yang mendapat beasiswa S2 dan S3 dari BPPT, tumbuh menjadi pribadi-pribadi unggul yang berkualitas.
"Dengan menjadi pribadi-pribadi seperti itu, saya berharap kalian semua dapat memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara, sesuai bidang pekerjaan yang kalian tekuni. Uang atau materi bukan segalanya. Anda bisa saja membeli apapun yang Anda inginkan dengan uang, tapi Anda tidak bisa membeli kebahagiaan. Anda juga bisa membeli seks dengan uang, tapi tidak bisa membeli cinta," katanya.
Apa yang diinginkan Mulyanto ini sejalan dengan hasil yang dapat dicapai dengan mengikuti training QI person, karena metode ini dapat mendorong seseorang untuk menjadi pribadi-pribadi unggul dan berkualitas yang dapat sukses di segala bidang, baik rumah tangga, karir, pergaulan sosial, dan sebagainya. Selama lebih dari tujuh jam, mulai pukul 09.15 hingga 16.45 WIB, Managing Director CoreAction Result Consulting yang juga salah seorang trainer muda Indonesia, Kevin Wu, menjelaskan, bahwa QI Person mengajarkan, untuk menjadi pribadi berkualitas yang pasti sukses dalam hidupnya, minimal ada empat langkah yang harus dilakukan, yakni dress up, step up, back up, dan grow up.
"Dengan keempat langkah ini, setiap pribadi dapat melakukan sesuatu secara efektif, efisien, namun dengan hasil yang maksimal. Selain itu, keempat langkah ini juga akan membuat seseorang menjadi pribadi yang toleran, humble, berfikiran positif, cermat, mampu mengeluarkan semua potensi dalam dirinya, dan selalu berupaya memberikan hanya yang terbaik bagi dirinya, keluarganya, perusahaan atau instansi tempatnya bekerja, dan lingkungan sekitarnya," kata Kevin.
Usai pelatihan, dari feed back yang diberikan peserta diketahui, kalau rata-rata peserta puas pada apa yang diajarkan dalam metode QI Person, karena setelah mengikuti pelatihan, banyak hal yang baru mereka mengerti dan ketahui, yang sebelumnya bahkan sama sekali tak terfikirkan. Rata-rata peserta memberikan poin 8 dan 9 untuk materi yang diajarkan CoreAction Result Consulting melalui trainer utamanya, Kevin Wu.
QI Person telah diajarkan pada banyak instansi, di antaranya kepada para agen Pudential yang trainingnya diselenggarakan pada 28 Agustus 2010, Bank Bukopin pada 7 Agustus 2010, Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi pada 3 Agustus 2010, dan Radio Dakta FM pada 3 Juli 2010.

Read more... Read more...

Minggu, 07 November 2010

Cara Pintar Bernegosiasi

Negosiasi punya peranan penting untuk mencapai suatu target kerja. Jika menguasai teknik negosiasi, perjalanan Anda menuju puncak karier akan lebih mulus dibandingkan mereka yang tidak punya kemampuan bernegosiasi yang baik.

Banyak orang menganggap, untuk bernegosiasi yang dibutuhkan hanya kemampuan berkomunikasi yang baik dan penampilan sempurna. Anggapan ini tentu saja tidak salah. Namun, untuk sukses bernegosiasi dibutuhkan poin-poin lain. Apa saja itu? Berikut tips dari Kevin Wu Result Consultant yang dikutip dari VIVAnews.com ;

1. Informasi, informasi, informasi
Sebelum memulai segala negosiasi, Anda perlu memiliki semua informasi yang relevan dan up to date yang terkait dengan tujuan negosiasi Anda. Anda tentu akan merasa nyaman jika tahu apa dan bagaimana mitra yang diajak bernegosasi. Serta, bagaimana kondisi perusahaannya terkait dengan materi yang akan dinegosiasikan.

Maka kumpulkan informasi secukupnya, lalu gunakan untuk membangun komunikasi kondusif demi mencapai hasil yang diinginkan.

2. Persiapan
Kepercayaan diri akan meningkat drastis jika Anda juga melakukan persiapan-persiapan yang dibutuhkan dalam rangka bernegosiasi. Misalnya, ketika Anda bernegosiasi perihal pembangunan di sebuah kawasan, Anda perlu mempersiapkan data-data geografi dan demografi di sekitarnya, walaupun hal tersebut tidak diminta atasan atau klien.

Kepercayaan diri Anda akan berdampak langsung pada meningkatnya kepercayaan pihak klien. Hal ini akan memuluskan jalannya negosiasi yang sedang Anda bangun.

3. Bersikap kritis
Negosiasi dapat berlangsung karena adanya kebutuhan dari kedua belah pihak. Biasanya proses 'tawar menawar' ini menjadi alot dan berkepanjangan karena salah satu atau masing-masing pihak tidak mengetahui kebutuhan pihak lainnya. Hal ini bisa terjadi karena ketidakpekaan atau karena memang pihak tersebut sengaja menyembunyikan kebutuhan inti.

Jadi, pada tahap ini bersikaplah kritis dan teruslah mengejar jawaban dengan pertanyaan-pertanyaan Anda. Sebab, biasanya Anda akan menemukan solusi bukan pada jawaban pertama.

Read more... Read more...

Kamis, 07 Oktober 2010

Menjadi Karyawan Berprestasi di Tempat Kerja

Menjadi karyawan terbaik, apalagi menjadi karyawan teladan, merupakan dambaan banyak orang. Sebab, jika predikat ini diperoleh, tak hanya pujian yang didapat, tapi juga bonus dan promosi jabatan.

Perlu disadari, untuk menyandang karyawan berprestasi perlu usaha keras, karena persaingan yang makin ketat di antara sesama pegawai. Jika Anda ingin jadi 'pemenang' di mata atasan, ini tips dari Kevin Wu Result Consultant, dan tips ini telah dipublikasikan Vivanews.com dalam rubrik Karir Kosmo edisi 5 Oktober 2010 dengan judul " Jadi 'Juara' di Tempat Kerja". Berikut tipsnya;

1. Tingkatkan kinerja
'What you did is what you got'. Kalimat bijak yang sudah sangat akrab dengan telinga ini mengingatkan, bahwa apa yang Anda dapatkan saat ini atau di masa depan, merupakan ganjaran setimpal atas apa yang telah atau sedang Anda lakukan.
Maka tingkatkan kinerja agar apapun yang Anda lakukan, hasilnya akan lebih maksimal. Jangan malas dan jangan pula melakukan hal-hal tidak jujur dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab. Juga berhentilah berkata: "Ah, saya sih bekerja sesuai argo saja." Hati-hati, kalimat ini bisa jadi bumerang untuk Anda. Sebab, banyak perusahaan yang baru memberikan penghargaan setelah melihat pekerjaan karyawannya memuaskan.

2. Ambil tanggung jawab lebih
Jika kinerja telah meningkat, buat diri Anda lebih menonjol lagi dibanding yang lain. Caranya, jangan takut atau ragu untuk mengambil tanggung jawab lebih dari yang dibebankan perusahaan kepada Anda.
Misalnya, jika pada tugas yang diberikan ada peluang untuk dikembangkan, kembangkanlah. Meskipun itu berarti Anda akan mendapat tanggung jawab tambahan.
Atau, jika rekan kerja Anda tak sempat atau tak sanggup menyelesaikan pekerjaannya, bantulah. Dengan cara ini semua orang, termasuk bos, akan melihat bahwa Anda memang punya potensi untuk diberi promosi atau dijadikan sebagai karayawan berprestasi.



Kevin Wu adalah managing director CoreAction Result Consulting, perusahaan yang bergerak di bidang jasa pelatihan dan konsultasi manajemen sumber daya manusia (SDM). Untuk mengetahui lebih detil, KLIK DI SINI.

Read more... Read more...

Rabu, 06 Oktober 2010

Tips Atasi Masalah Saat Transisi Jabatan

Meraih promosi jabatan bak pisau bermata dua. Di satu sisi, itu sebuah prestasi yang patut dirayakan. Di sisi lain, jabatan baru yang lebih tinggi justru berpotensi menambah beban hidup jika tak siap menjalaninya.

Apalagi jika jabatan baru itu cukup tinggi dengan tanggung jawab yang sangat besar seperti manajer atau direktur. Menghadapi kondisi semacam itu butuh adaptasi. Jangan sampai pujian yang awalnya mengalir indah berbuah cercaan dari anak buah, juga teguran dari atasan.

Di masa adaptasi dengan jabatan baru, cobalah trik dari Kevin Wu Result Consulting berikut ini yang juga telah ditayangkan di rubrik Kosmo Vivanews.com edisi 6 Oktober 2010 dengan judul "Belajar Jadi Bos'.

1. Bersikap tenang
Kepanikan dapat menghilangkan kemampuan berpikir dan memengaruhi orang-orang di sekitarnya. Saat menghadapi masalah dengan jabatan baru, cobalah bersikap tenang. Sikap ini juga membuat diri lebih terkontrol sehingga tidak mudah emosi atau salah bicara. Ingat, kontrol diri yang buruk akan berdampak negatif pada situasi yang mungkin sudah buruk.

2. Hindari mikromanajemen
Ini biasanya terjadi lantaran merasa tidak siap memimpin sebuah tim kerja. Bisa juga terjadi karena belum merasa mengenal dengan baik atau percaya dengan tim kerja yang baru dipimpinnya. Situasi ini membuat Anda mengendalikan semua pekerjaan sendiri tanpa melibatkan tim. Prinsip mikromanajemen hanya akan memusingkan diri sendiri dengan hasil yang tak maksimal.

3. Jangan malu bertanya
Obat mujarab di kala bingung atau merasa sulit menyelesaikan sesuatu adalah bertanya. Jangan ragu berkonsultasi dengan atasan saat menghadapi masalah dengan jabatan baru. Bahkan, jika memang perlu bertanya dengan anak buah untuk mencari solusi juga tak masalah.
Effie Pavlou, seorang direktur di Granit Consulting Group, menyarankan para manajernya untuk mendemontrasikan hal ini di hadapan para karyawan. Tujuannya, agar karyawan juga terbentuk budaya berani mengajukan pertanyaan kepada pimpinannya.

4. Waspadai politik kantor
Bukan rahasia kalau orang yang baru menduduki jabatan tertentu cenderung rentan diserang. Tak jarang mereka menghadapi orang-orang yang merasa kariernya 'dilangkahi’ atau yang dengki atas ‘keberuntungan’ orang lain. Karenanya, kenali mana kawan dan mana lawan, agar Anda tahu persis bagaimana seharusnya menghadapi setiap orang di lingkungan kerja.

5. Jangan percaya gosip
Untuk membuat kebijakan dan langkah langkah yang tepat, Anda membutuhkan data yang valid dan dapat dipercaya. Maka hati-hatilah dengan gosip agar Anda tidak salah dalam membuat kebijakan. (pet)

Read more... Read more...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP